Secara perlahan saya mempelajari email email -persuasif- tersebut. Sebagai seorang marketer, otak saya langsung tanggap bahwa setiap email promosi yang yang masuk ke inbox saya, yang dulunya adalah menggangu pekerjaan saya,sekarang mejadi sahabat saya, sekarang menjadi adviser saya yang membantu meringankan beban kerja saya, Karena isi dari email email yang saya terima di inbox tersebut dalah sebuah
ilmu marketing strategy yang telah terbukti ampuh.
Kenapa saya katakan bahwa email email tersebut adalah ilmu ?
1. Suatu ketka marketing budget yang saya ajukan ke atasan saya, tidak disetujui oleh atasan karena budget tidak masuk akal dan kata atasan saya” buang buang uang”
2. Selama menjadi Marketer,selalu bekerja lembur setiap hari karena harus meeting dengan client di sana sini, banyak makan waktu di jalan karena jalanan macet, paling banter sehari bisa meeting dengan 2 atau 3 client, so tiring
3. Hasil yang diperoleh jika dibandingkan dengan proses untuk mencapainya s masih jauh dari kata excellent
4. Target tercapai tetapi cost of sales nya besar.
Kemudian saya mereview kembali apa yang telah saya kerjakan dan apa yang saya hasilkan, tarnyata hasilnya tidak sebanding dengan prosesnya secara umum. Dari kasus kasus ini kemudian saya belajar dan belajar, salah satu tool saya adalah email email yang dulu saya benci karena mengganggu, kemudian saya cintai karena menyampaikan berbagai pengetahuan tentang strategi marketing dengan beaya murah dan efektif. Ilmu yang saya dapatkan dari email email yang masuk ke inbox saya adalah, bagaimana seorang
Internet Marketer yang mengirimkan email email kepada saya dan ribuan bahkan jutaan orang seperti saya sekaligus di luar sana. Namun rasanya tetap ada yg terlupa? nah kira kira apa konsep yang terlupa ituh...
Article Tribute