1. Kemampuan membangun sebuah sistem penjualan, misalnya many to many marketing
2. Kemampuan eksekusi yang cepat
3. Peranan pemimpin
Kemampuan itu merupakan ciri-ciri the Perfect Sales Force: Kemampuan Membangun Sistem Penjualan Mengacu kepada Zoltners, penguasaan sebuah sistem penjualan akan sangat berharga di dalam meningkatkan kinerja organisasi penjualan yang berdampak kepada peningkatan penjualan dan berujung kepada produktifitas (profit). Oleh karena itu Zoltners membagi susunan dari salesforce management menjadi 5 besar yaitu Structure, Sizing, Compensation, Training dan Performance Evaluation.
Di dalam pembahasan structure, peranan sebuah organisasi penjualan adalah menentukan dahulu struktur organisasi penjualan apa yang cocok untuk dijadikan acuan untuk melayani pasarnya. Pengaturan sebuah struktur penjualan menjadi sangat penting karena penjualan bukan saja melayani aspek menjual tetapi sekarang yang terpenting adalah apakah dengan struktur itu kita bisa melayani pasar dengan baik? Dan apakah struktur tersebut dapat dipakai untuk menguasai teritori penjualan secara lebih maksimal? Misalnya dari hasil pemberian latihan yang selama ini saya lakukan ke berbagai perusahaan dan berbagai industry, saya menemukan bahwa struktur penjualan hanya dibuat asal atau hanya mengikuti struktur competitor terdekatnya saja tanpa melihat pasar yang dilayaninya sendiri sehingga banyak sekali terjadi redundant ataupun konflik di dalam tubuh organisasi penjualan tersebut. Hal ini belum lagi ditambah dengan penguasaan teritori, penguasaan teritori tanpa diragukan sangat menjadi penting di dalam konteks penjualan di wilayah Indonesia yang archipelago ini, kemampuan penguasaan teritori menjadi sumber-sumber pendapatan baru, sumber-sumber segment baru dan kemampuan didalam membuat gerakangerakan strategis. Misalnya, masih banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia yang melihat bahwa Jawa adalah pasar yang harus dilayani secara maksimal karena Jawa adalah pusat kegiatan bisnis di Indonesia, akan tetapi banyak yang tidak menyadari bahwa Jawa juga adalah pusat pertempuran paling berdarah yang membuat banyak perusahaan merelakan keuntungannnya semakin hari semakin menipis.
Sedangkan perusahaan yang secara bijak membagi kekuatan teritorinya ke wilayah non Jawa, akhirnya menimang banyak sekali manfaat karena belum banyaknya competitor yang secara serius menggali potensi non Jawa ini. Inilah yang membuat salah satu operator terkemuka menjadi sangat kuat di Indonesia, karena operator ini dari awal melihat bahwa pembagian resources salesnya secara seimbang (50:50) antara Jawa dan non Jawa sebagai sebuah keputusan masa depan yang sangat strategis, sehingga terbukti sekarang hampir semua wilayah di non Jawa, operator ini menjadi menjadi market leader.
Structure kemudian sangat menentukan juga jumlah atau size dari anggota penjualannya, hal ini berakibat pada kekuatan penjualan dan cakupan wilayah yang harus dicover. Inilah yang menurut saya sangat tricky karena size dari sebuah organisasi sales cenderung seperti pedang bermata dua, satu mata pedang memberikan manfaat yang sangat besar karena kalau ukuran tersebut efektif dalam meningkatkan pelayanan kepada pasar, tetapi kalau tidak efektif, maka hal tersebut akan menyebabkan beban biaya yang sangat tinggi, sehingga diperlukan sebuah sasaran yang jelas untuk itu. Zoltners sendiri kemudian memaparkan konsep market based misalnya sebagai salah satu alternative untuk menentukan jumlah (size) dari orang sales yang diperlukan. Market based ini dimulai dari customer understanding lalu kemudian customer segmentation baru diterjemahkan kedalam segment coverage strategy baru kemudian ditentukan jumlah salesnya.
Setelah itu penyusunan kompensasi juga merupakan bagian yang penting untuk meningkatkan performa salesforce. Hanya saja yang menjadi salah kaprah disini adalah kinerja salesforce sematamata hanya pada titik ini. Perhatian banyak perusahaan selalu bertumpu pada sistem kompensasi sebagai satu-satunya kekuatan untuk mengikat dan mendorong salesforcenya untuk bekerja efektif. Hal ini menurut saya salah kalau hanya menempatkan hal ini menjadi hal yang semata- mata menjadi pendorong. Kompensasi yang bagus tentu dapat mendorong kalau di buat dengan baik. Tetapi kompensasi seharusnya juga menyertakan pengembangan diri. Sehingga sistem pelatihan sebagai sistem penunjang sistem penjualan menjadi sangat penting.
Pelatihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah organisasi penjualan. Bahkan sebenarnya organisasi penjualan adalah organisasi pelatihan yang bagus. Tidak ada sebuah organisasi penjualan yang saya kenal tidak mempunyai kesadaran terhadap perlunya pelatihan. Hanya saja yang saya temukan banyak organisasi penjualan yang tidak sistematik di dalam merancang sistem pelatihannya dan banyak juga yang tidak memperbaharui modul pelatihannya secara konsisten sesuai dengan perkembangan zaman.
Terakhir organisasi penjualan juga harus meningkatkan kapabilitasnya untuk melakukan evaluasi kinerja. Kinerja yang baik terdiri dari dua aspek yaitu kinerja karakter dan kinerja kompetensi.
Artinya pengukuran kinerja harus dilihat dari dua aspek yaitu aspek hard dan aspek soft. Kemampuan organisasi untuk meningkatkan kinerja melalui evaluasi kinerja menjadi sangat penting karena adanya beban biaya penjualan yang sangat tinggi di samping tingkat biaya akuisisi pelanggan yang semakin lama semakin tinggi. Peter F.Drucker sendiri kemudian mengatakan bahwa ukuran sukses dari sebuah perusahaan adalah kinerjanya. Kalau ada dari anggota perusahaan yang tidak memberikan hasil, maka harus segera dibuang. Hanya Drucker berpesan didalam melakukan evaluasi kita tidak boleh hanya condong pada kelemahan tetapi harus condong kepada kekuatan apa yang bisa ditingkatkan oleh salesforce. Kemampuan ini menjadi sangat penting karena dengan fokus kepada kekuatan, kita justru meningkatkan semangat dari salesforce. Dengan lebih berfokus pada kekuatan maka banyak hal yang bisa di tingkatkan dan memberikan hasil ketimbang kita menutupi kelemahan yang hanya akan membuat kita dalam posisi seimbang dan tidak dalam posisi peningkatan.
Kemampuan eksekusi yang cepat Ini adalah karakter super salesforce, dimana kemampuan inilah hasil dari sistem penjualan dapat lebih optimum. Kemampuan kecepatan eksekusi menjadi pembeda yang sangat nyata di dalam meningkatkan daya saing perusahaan.
William R. Bigler Jr didalam bukunya The New Science of Strategy Execution: How Established Firms Become Fast, Sleek Wealth Creators mengatakan bahwa berdasarkan studi di Amerika dan Eropa, hampir 90% strategi yang seharusnya dijalankan tetapi akhirnya tidak dijalankan. Louis Gestner ketika masuk IBM mengatakan IBM memiliki pemikiran-pemikiran yang bagus tetapi sangat kurang di dalam eksekusi, bahkan ide-ide bagusnya disimpan saja tanpa dilaksanakan. Demikian juga dengan HP, sebuah merek dunia di bidang computer ini. Terlambatnya mengatur sistem penjualan yang berbasis geografi kepada sistem berbasis pelanggan menyebabkan HP terpuruk sangat dalam.
Kecepatan menjadi kata kunci sekarang. Karena kebutuhan dan keinginan konsumen yang semakin beragam dan cepat berubah oleh karena itu karakter sistim maupun karakter salesforce harus mengacu kepada perubahan yang ada di luar.
Peter F. Drucker mengatakan bahwa untuk meningkatkan kecepatan, maka yang diperlukan terlebih dahulu adalah pola pikir Outside-in. Pola berpikir melihat dahulu dari luar baru ke dalam membentuk skema kesadaran yang membentuk kecepatan. Kalau kompetisi semakin sengit, pelajaran apa yang harus diambil darinya? Jika kompetitor bertindak sangat lincah, apa yang harus kita lakukan? Jika konsumen berubah keinginan dan kebutuhannya, apa yang harus di ambil sebagai respon dari perubahan tersebut? Berpikir secara outside ini juga menjadi dasar pemikiran sustainable marketing enterprise yang menjadi model legendarisnya MarkPlus. Kita mendasari bahwa marketing itu harus dipandang sebagai Market-Ing sehingga dasar-dasar keputusan penjualan pun harus mengacu pada outside-in.
Kemampuan untuk melaksanakan strategi penjualan dan menjalankan sistim penjualan dengan tanpa birokrasi membentuk budaya kecepatan yang sehat sehingga seluruh pemikiran dari orangorang terbaik kita di dalam organisasi. Peranan Pemimpin Berjuta-juta buku tentang kepemimpinan membuktikan bahwa semua orang haus dan ingin lebih mengerti tentang arti kepemimpinan. Akan tetapi di MarkPlus kita mulai melihat bahwa pemimpin paling tidak harus memiliki dua aspek yaitu aspek karakter dan aspek kompetensi. Aspek karakter yang harus dimiliki oleh salesforce di era new wave tentunya adalah authentic, accountable, aboveboard (credible). Kemampuan memimpin ini juga yang menjadi pembeda yang sangat nyata di dalam meningkatkan performa salesforce.
Pemimpin menurut Drucker ada dua tipe, yaitu tipe alami dan tipe buatan. Sebelumnya Drucker tidak mempercayai bahwa pemimpin itu dapat dibuat. Akan tetapi kemudian di dalam perjalanan, Drucker akhirnya sepakat bahwa jikalau perusahaan bertumbuh, mereka harus membuat pemimpin-pemimpin baru yang menjadi kekuatan di dalam pertumbuhan organisasi penjualan.
Oleh karena itu kemampuan untuk menciptakan pemimpin-pemimpin baru menjadi sangat krusial. Disinilah akhirnya banyak organisasi penjualan yang hanya berusaha meningkatkan kompentensi tetapi lupa memupuk karakter, sehingga tidak jarang banyak organisasi penjualan yang akhirnya kehilangan karakter di pasar akibat menghalalkan segala cara.
Copyright @ Arham biasa dikenal dengan Blogpreneur adalah seorang ahli komunikasi pemasaran media internet juga full time internet marketer (online strategist) dengan Profesi Online Media strategist. Spesialisasi di Internet Business, Internet Strategy dan Social Media Specialist serta SEO search engine optimization strategy juga Internet Political Marketing Strategy.
0 komentar:
Poskan Komentar