Copyright @ Arham biasa dikenal dengan Blogpreneur adalah seorang ahli komunikasi pemasaran media internet juga full time internet marketer (online strategist) dengan Profesi Online Media strategist. Spesialisasi di Internet Business, Internet Strategy dan Social Media Specialist serta SEO search engine optimization strategy juga Internet Political Marketing Strategy.
Kamis, 31 Desember 2009
Menyambut tren Social Media 2010
Dalam rangka menyambut perubahan skala bisnis yang terjadi dimana kita semua semakin terkonek sehingga memungkinkan kita semakin dan semakin terkoneksi juga lebih social dan lebih perasa. Ada 3 hal menarik yang saya temui dalam pembahasan mas Arham seorang Blogpreneur lokal tentang bagaimana tren social media 2010 nanti. disana beberapa hal diungkap mulai dari conversation, communization hingga career. untuk lengkapnya mari kita simak disini
Label:
prediksi,
trend social media 2010
Sabtu, 12 Desember 2009
Perfect sales force: Many to many marketing
Suatu ketika , seorang teman bertanya kepada saya, mengapa banyak perusahaan yang memiliki kemampuan strategi yang bagus, infrastruktur yang luas, produk yang menjadi pemimpin di pasar, dan memiliki daya saing yang kompetitif tetap saja bisa kalah di dalam persaingan dengan perusahaan-perusahaan yang lebih kecil? Banyak yang mengatakan bahwa perusahaan kecil lebih lincah ketimbang perusahaan besar, sehingga membuat mereka dapat meningkatkan kemampuan bersaing. Tetapi apa yang disebut lincah itu? Apakah kemampuan untuk melihat peluang? Apakah kemampuan untuk membuat strategi yang lebih fokus? Setelah saya melakukan wawancara melalui facebook kepada hampir 15 manajer penjualan dari berbagai industry terhadap apa yang disebut lincah ini, maka saya menemukan tiga fakta menarik yaitu:
1. Kemampuan membangun sebuah sistem penjualan, misalnya many to many marketing
2. Kemampuan eksekusi yang cepat
3. Peranan pemimpin
Kemampuan itu merupakan ciri-ciri the Perfect Sales Force: Kemampuan Membangun Sistem Penjualan Mengacu kepada Zoltners, penguasaan sebuah sistem penjualan akan sangat berharga di dalam meningkatkan kinerja organisasi penjualan yang berdampak kepada peningkatan penjualan dan berujung kepada produktifitas (profit). Oleh karena itu Zoltners membagi susunan dari salesforce management menjadi 5 besar yaitu Structure, Sizing, Compensation, Training dan Performance Evaluation.
Di dalam pembahasan structure, peranan sebuah organisasi penjualan adalah menentukan dahulu struktur organisasi penjualan apa yang cocok untuk dijadikan acuan untuk melayani pasarnya. Pengaturan sebuah struktur penjualan menjadi sangat penting karena penjualan bukan saja melayani aspek menjual tetapi sekarang yang terpenting adalah apakah dengan struktur itu kita bisa melayani pasar dengan baik? Dan apakah struktur tersebut dapat dipakai untuk menguasai teritori penjualan secara lebih maksimal? Misalnya dari hasil pemberian latihan yang selama ini saya lakukan ke berbagai perusahaan dan berbagai industry, saya menemukan bahwa struktur penjualan hanya dibuat asal atau hanya mengikuti struktur competitor terdekatnya saja tanpa melihat pasar yang dilayaninya sendiri sehingga banyak sekali terjadi redundant ataupun konflik di dalam tubuh organisasi penjualan tersebut. Hal ini belum lagi ditambah dengan penguasaan teritori, penguasaan teritori tanpa diragukan sangat menjadi penting di dalam konteks penjualan di wilayah Indonesia yang archipelago ini, kemampuan penguasaan teritori menjadi sumber-sumber pendapatan baru, sumber-sumber segment baru dan kemampuan didalam membuat gerakangerakan strategis. Misalnya, masih banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia yang melihat bahwa Jawa adalah pasar yang harus dilayani secara maksimal karena Jawa adalah pusat kegiatan bisnis di Indonesia, akan tetapi banyak yang tidak menyadari bahwa Jawa juga adalah pusat pertempuran paling berdarah yang membuat banyak perusahaan merelakan keuntungannnya semakin hari semakin menipis.
Sedangkan perusahaan yang secara bijak membagi kekuatan teritorinya ke wilayah non Jawa, akhirnya menimang banyak sekali manfaat karena belum banyaknya competitor yang secara serius menggali potensi non Jawa ini. Inilah yang membuat salah satu operator terkemuka menjadi sangat kuat di Indonesia, karena operator ini dari awal melihat bahwa pembagian resources salesnya secara seimbang (50:50) antara Jawa dan non Jawa sebagai sebuah keputusan masa depan yang sangat strategis, sehingga terbukti sekarang hampir semua wilayah di non Jawa, operator ini menjadi menjadi market leader.
Structure kemudian sangat menentukan juga jumlah atau size dari anggota penjualannya, hal ini berakibat pada kekuatan penjualan dan cakupan wilayah yang harus dicover. Inilah yang menurut saya sangat tricky karena size dari sebuah organisasi sales cenderung seperti pedang bermata dua, satu mata pedang memberikan manfaat yang sangat besar karena kalau ukuran tersebut efektif dalam meningkatkan pelayanan kepada pasar, tetapi kalau tidak efektif, maka hal tersebut akan menyebabkan beban biaya yang sangat tinggi, sehingga diperlukan sebuah sasaran yang jelas untuk itu. Zoltners sendiri kemudian memaparkan konsep market based misalnya sebagai salah satu alternative untuk menentukan jumlah (size) dari orang sales yang diperlukan. Market based ini dimulai dari customer understanding lalu kemudian customer segmentation baru diterjemahkan kedalam segment coverage strategy baru kemudian ditentukan jumlah salesnya.
Setelah itu penyusunan kompensasi juga merupakan bagian yang penting untuk meningkatkan performa salesforce. Hanya saja yang menjadi salah kaprah disini adalah kinerja salesforce sematamata hanya pada titik ini. Perhatian banyak perusahaan selalu bertumpu pada sistem kompensasi sebagai satu-satunya kekuatan untuk mengikat dan mendorong salesforcenya untuk bekerja efektif. Hal ini menurut saya salah kalau hanya menempatkan hal ini menjadi hal yang semata- mata menjadi pendorong. Kompensasi yang bagus tentu dapat mendorong kalau di buat dengan baik. Tetapi kompensasi seharusnya juga menyertakan pengembangan diri. Sehingga sistem pelatihan sebagai sistem penunjang sistem penjualan menjadi sangat penting.
Pelatihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah organisasi penjualan. Bahkan sebenarnya organisasi penjualan adalah organisasi pelatihan yang bagus. Tidak ada sebuah organisasi penjualan yang saya kenal tidak mempunyai kesadaran terhadap perlunya pelatihan. Hanya saja yang saya temukan banyak organisasi penjualan yang tidak sistematik di dalam merancang sistem pelatihannya dan banyak juga yang tidak memperbaharui modul pelatihannya secara konsisten sesuai dengan perkembangan zaman.
Terakhir organisasi penjualan juga harus meningkatkan kapabilitasnya untuk melakukan evaluasi kinerja. Kinerja yang baik terdiri dari dua aspek yaitu kinerja karakter dan kinerja kompetensi.
Artinya pengukuran kinerja harus dilihat dari dua aspek yaitu aspek hard dan aspek soft. Kemampuan organisasi untuk meningkatkan kinerja melalui evaluasi kinerja menjadi sangat penting karena adanya beban biaya penjualan yang sangat tinggi di samping tingkat biaya akuisisi pelanggan yang semakin lama semakin tinggi. Peter F.Drucker sendiri kemudian mengatakan bahwa ukuran sukses dari sebuah perusahaan adalah kinerjanya. Kalau ada dari anggota perusahaan yang tidak memberikan hasil, maka harus segera dibuang. Hanya Drucker berpesan didalam melakukan evaluasi kita tidak boleh hanya condong pada kelemahan tetapi harus condong kepada kekuatan apa yang bisa ditingkatkan oleh salesforce. Kemampuan ini menjadi sangat penting karena dengan fokus kepada kekuatan, kita justru meningkatkan semangat dari salesforce. Dengan lebih berfokus pada kekuatan maka banyak hal yang bisa di tingkatkan dan memberikan hasil ketimbang kita menutupi kelemahan yang hanya akan membuat kita dalam posisi seimbang dan tidak dalam posisi peningkatan.
Kemampuan eksekusi yang cepat Ini adalah karakter super salesforce, dimana kemampuan inilah hasil dari sistem penjualan dapat lebih optimum. Kemampuan kecepatan eksekusi menjadi pembeda yang sangat nyata di dalam meningkatkan daya saing perusahaan.
William R. Bigler Jr didalam bukunya The New Science of Strategy Execution: How Established Firms Become Fast, Sleek Wealth Creators mengatakan bahwa berdasarkan studi di Amerika dan Eropa, hampir 90% strategi yang seharusnya dijalankan tetapi akhirnya tidak dijalankan. Louis Gestner ketika masuk IBM mengatakan IBM memiliki pemikiran-pemikiran yang bagus tetapi sangat kurang di dalam eksekusi, bahkan ide-ide bagusnya disimpan saja tanpa dilaksanakan. Demikian juga dengan HP, sebuah merek dunia di bidang computer ini. Terlambatnya mengatur sistem penjualan yang berbasis geografi kepada sistem berbasis pelanggan menyebabkan HP terpuruk sangat dalam.
Kecepatan menjadi kata kunci sekarang. Karena kebutuhan dan keinginan konsumen yang semakin beragam dan cepat berubah oleh karena itu karakter sistim maupun karakter salesforce harus mengacu kepada perubahan yang ada di luar.
Peter F. Drucker mengatakan bahwa untuk meningkatkan kecepatan, maka yang diperlukan terlebih dahulu adalah pola pikir Outside-in. Pola berpikir melihat dahulu dari luar baru ke dalam membentuk skema kesadaran yang membentuk kecepatan. Kalau kompetisi semakin sengit, pelajaran apa yang harus diambil darinya? Jika kompetitor bertindak sangat lincah, apa yang harus kita lakukan? Jika konsumen berubah keinginan dan kebutuhannya, apa yang harus di ambil sebagai respon dari perubahan tersebut? Berpikir secara outside ini juga menjadi dasar pemikiran sustainable marketing enterprise yang menjadi model legendarisnya MarkPlus. Kita mendasari bahwa marketing itu harus dipandang sebagai Market-Ing sehingga dasar-dasar keputusan penjualan pun harus mengacu pada outside-in.
Kemampuan untuk melaksanakan strategi penjualan dan menjalankan sistim penjualan dengan tanpa birokrasi membentuk budaya kecepatan yang sehat sehingga seluruh pemikiran dari orangorang terbaik kita di dalam organisasi. Peranan Pemimpin Berjuta-juta buku tentang kepemimpinan membuktikan bahwa semua orang haus dan ingin lebih mengerti tentang arti kepemimpinan. Akan tetapi di MarkPlus kita mulai melihat bahwa pemimpin paling tidak harus memiliki dua aspek yaitu aspek karakter dan aspek kompetensi. Aspek karakter yang harus dimiliki oleh salesforce di era new wave tentunya adalah authentic, accountable, aboveboard (credible). Kemampuan memimpin ini juga yang menjadi pembeda yang sangat nyata di dalam meningkatkan performa salesforce.
Pemimpin menurut Drucker ada dua tipe, yaitu tipe alami dan tipe buatan. Sebelumnya Drucker tidak mempercayai bahwa pemimpin itu dapat dibuat. Akan tetapi kemudian di dalam perjalanan, Drucker akhirnya sepakat bahwa jikalau perusahaan bertumbuh, mereka harus membuat pemimpin-pemimpin baru yang menjadi kekuatan di dalam pertumbuhan organisasi penjualan.
Oleh karena itu kemampuan untuk menciptakan pemimpin-pemimpin baru menjadi sangat krusial. Disinilah akhirnya banyak organisasi penjualan yang hanya berusaha meningkatkan kompentensi tetapi lupa memupuk karakter, sehingga tidak jarang banyak organisasi penjualan yang akhirnya kehilangan karakter di pasar akibat menghalalkan segala cara.
1. Kemampuan membangun sebuah sistem penjualan, misalnya many to many marketing
2. Kemampuan eksekusi yang cepat
3. Peranan pemimpin
Kemampuan itu merupakan ciri-ciri the Perfect Sales Force: Kemampuan Membangun Sistem Penjualan Mengacu kepada Zoltners, penguasaan sebuah sistem penjualan akan sangat berharga di dalam meningkatkan kinerja organisasi penjualan yang berdampak kepada peningkatan penjualan dan berujung kepada produktifitas (profit). Oleh karena itu Zoltners membagi susunan dari salesforce management menjadi 5 besar yaitu Structure, Sizing, Compensation, Training dan Performance Evaluation.
Di dalam pembahasan structure, peranan sebuah organisasi penjualan adalah menentukan dahulu struktur organisasi penjualan apa yang cocok untuk dijadikan acuan untuk melayani pasarnya. Pengaturan sebuah struktur penjualan menjadi sangat penting karena penjualan bukan saja melayani aspek menjual tetapi sekarang yang terpenting adalah apakah dengan struktur itu kita bisa melayani pasar dengan baik? Dan apakah struktur tersebut dapat dipakai untuk menguasai teritori penjualan secara lebih maksimal? Misalnya dari hasil pemberian latihan yang selama ini saya lakukan ke berbagai perusahaan dan berbagai industry, saya menemukan bahwa struktur penjualan hanya dibuat asal atau hanya mengikuti struktur competitor terdekatnya saja tanpa melihat pasar yang dilayaninya sendiri sehingga banyak sekali terjadi redundant ataupun konflik di dalam tubuh organisasi penjualan tersebut. Hal ini belum lagi ditambah dengan penguasaan teritori, penguasaan teritori tanpa diragukan sangat menjadi penting di dalam konteks penjualan di wilayah Indonesia yang archipelago ini, kemampuan penguasaan teritori menjadi sumber-sumber pendapatan baru, sumber-sumber segment baru dan kemampuan didalam membuat gerakangerakan strategis. Misalnya, masih banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia yang melihat bahwa Jawa adalah pasar yang harus dilayani secara maksimal karena Jawa adalah pusat kegiatan bisnis di Indonesia, akan tetapi banyak yang tidak menyadari bahwa Jawa juga adalah pusat pertempuran paling berdarah yang membuat banyak perusahaan merelakan keuntungannnya semakin hari semakin menipis.
Sedangkan perusahaan yang secara bijak membagi kekuatan teritorinya ke wilayah non Jawa, akhirnya menimang banyak sekali manfaat karena belum banyaknya competitor yang secara serius menggali potensi non Jawa ini. Inilah yang membuat salah satu operator terkemuka menjadi sangat kuat di Indonesia, karena operator ini dari awal melihat bahwa pembagian resources salesnya secara seimbang (50:50) antara Jawa dan non Jawa sebagai sebuah keputusan masa depan yang sangat strategis, sehingga terbukti sekarang hampir semua wilayah di non Jawa, operator ini menjadi menjadi market leader.
Structure kemudian sangat menentukan juga jumlah atau size dari anggota penjualannya, hal ini berakibat pada kekuatan penjualan dan cakupan wilayah yang harus dicover. Inilah yang menurut saya sangat tricky karena size dari sebuah organisasi sales cenderung seperti pedang bermata dua, satu mata pedang memberikan manfaat yang sangat besar karena kalau ukuran tersebut efektif dalam meningkatkan pelayanan kepada pasar, tetapi kalau tidak efektif, maka hal tersebut akan menyebabkan beban biaya yang sangat tinggi, sehingga diperlukan sebuah sasaran yang jelas untuk itu. Zoltners sendiri kemudian memaparkan konsep market based misalnya sebagai salah satu alternative untuk menentukan jumlah (size) dari orang sales yang diperlukan. Market based ini dimulai dari customer understanding lalu kemudian customer segmentation baru diterjemahkan kedalam segment coverage strategy baru kemudian ditentukan jumlah salesnya.
Setelah itu penyusunan kompensasi juga merupakan bagian yang penting untuk meningkatkan performa salesforce. Hanya saja yang menjadi salah kaprah disini adalah kinerja salesforce sematamata hanya pada titik ini. Perhatian banyak perusahaan selalu bertumpu pada sistem kompensasi sebagai satu-satunya kekuatan untuk mengikat dan mendorong salesforcenya untuk bekerja efektif. Hal ini menurut saya salah kalau hanya menempatkan hal ini menjadi hal yang semata- mata menjadi pendorong. Kompensasi yang bagus tentu dapat mendorong kalau di buat dengan baik. Tetapi kompensasi seharusnya juga menyertakan pengembangan diri. Sehingga sistem pelatihan sebagai sistem penunjang sistem penjualan menjadi sangat penting.
Pelatihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah organisasi penjualan. Bahkan sebenarnya organisasi penjualan adalah organisasi pelatihan yang bagus. Tidak ada sebuah organisasi penjualan yang saya kenal tidak mempunyai kesadaran terhadap perlunya pelatihan. Hanya saja yang saya temukan banyak organisasi penjualan yang tidak sistematik di dalam merancang sistem pelatihannya dan banyak juga yang tidak memperbaharui modul pelatihannya secara konsisten sesuai dengan perkembangan zaman.
Terakhir organisasi penjualan juga harus meningkatkan kapabilitasnya untuk melakukan evaluasi kinerja. Kinerja yang baik terdiri dari dua aspek yaitu kinerja karakter dan kinerja kompetensi.
Artinya pengukuran kinerja harus dilihat dari dua aspek yaitu aspek hard dan aspek soft. Kemampuan organisasi untuk meningkatkan kinerja melalui evaluasi kinerja menjadi sangat penting karena adanya beban biaya penjualan yang sangat tinggi di samping tingkat biaya akuisisi pelanggan yang semakin lama semakin tinggi. Peter F.Drucker sendiri kemudian mengatakan bahwa ukuran sukses dari sebuah perusahaan adalah kinerjanya. Kalau ada dari anggota perusahaan yang tidak memberikan hasil, maka harus segera dibuang. Hanya Drucker berpesan didalam melakukan evaluasi kita tidak boleh hanya condong pada kelemahan tetapi harus condong kepada kekuatan apa yang bisa ditingkatkan oleh salesforce. Kemampuan ini menjadi sangat penting karena dengan fokus kepada kekuatan, kita justru meningkatkan semangat dari salesforce. Dengan lebih berfokus pada kekuatan maka banyak hal yang bisa di tingkatkan dan memberikan hasil ketimbang kita menutupi kelemahan yang hanya akan membuat kita dalam posisi seimbang dan tidak dalam posisi peningkatan.
Kemampuan eksekusi yang cepat Ini adalah karakter super salesforce, dimana kemampuan inilah hasil dari sistem penjualan dapat lebih optimum. Kemampuan kecepatan eksekusi menjadi pembeda yang sangat nyata di dalam meningkatkan daya saing perusahaan.
William R. Bigler Jr didalam bukunya The New Science of Strategy Execution: How Established Firms Become Fast, Sleek Wealth Creators mengatakan bahwa berdasarkan studi di Amerika dan Eropa, hampir 90% strategi yang seharusnya dijalankan tetapi akhirnya tidak dijalankan. Louis Gestner ketika masuk IBM mengatakan IBM memiliki pemikiran-pemikiran yang bagus tetapi sangat kurang di dalam eksekusi, bahkan ide-ide bagusnya disimpan saja tanpa dilaksanakan. Demikian juga dengan HP, sebuah merek dunia di bidang computer ini. Terlambatnya mengatur sistem penjualan yang berbasis geografi kepada sistem berbasis pelanggan menyebabkan HP terpuruk sangat dalam.
Kecepatan menjadi kata kunci sekarang. Karena kebutuhan dan keinginan konsumen yang semakin beragam dan cepat berubah oleh karena itu karakter sistim maupun karakter salesforce harus mengacu kepada perubahan yang ada di luar.
Peter F. Drucker mengatakan bahwa untuk meningkatkan kecepatan, maka yang diperlukan terlebih dahulu adalah pola pikir Outside-in. Pola berpikir melihat dahulu dari luar baru ke dalam membentuk skema kesadaran yang membentuk kecepatan. Kalau kompetisi semakin sengit, pelajaran apa yang harus diambil darinya? Jika kompetitor bertindak sangat lincah, apa yang harus kita lakukan? Jika konsumen berubah keinginan dan kebutuhannya, apa yang harus di ambil sebagai respon dari perubahan tersebut? Berpikir secara outside ini juga menjadi dasar pemikiran sustainable marketing enterprise yang menjadi model legendarisnya MarkPlus. Kita mendasari bahwa marketing itu harus dipandang sebagai Market-Ing sehingga dasar-dasar keputusan penjualan pun harus mengacu pada outside-in.
Kemampuan untuk melaksanakan strategi penjualan dan menjalankan sistim penjualan dengan tanpa birokrasi membentuk budaya kecepatan yang sehat sehingga seluruh pemikiran dari orangorang terbaik kita di dalam organisasi. Peranan Pemimpin Berjuta-juta buku tentang kepemimpinan membuktikan bahwa semua orang haus dan ingin lebih mengerti tentang arti kepemimpinan. Akan tetapi di MarkPlus kita mulai melihat bahwa pemimpin paling tidak harus memiliki dua aspek yaitu aspek karakter dan aspek kompetensi. Aspek karakter yang harus dimiliki oleh salesforce di era new wave tentunya adalah authentic, accountable, aboveboard (credible). Kemampuan memimpin ini juga yang menjadi pembeda yang sangat nyata di dalam meningkatkan performa salesforce.
Pemimpin menurut Drucker ada dua tipe, yaitu tipe alami dan tipe buatan. Sebelumnya Drucker tidak mempercayai bahwa pemimpin itu dapat dibuat. Akan tetapi kemudian di dalam perjalanan, Drucker akhirnya sepakat bahwa jikalau perusahaan bertumbuh, mereka harus membuat pemimpin-pemimpin baru yang menjadi kekuatan di dalam pertumbuhan organisasi penjualan.
Oleh karena itu kemampuan untuk menciptakan pemimpin-pemimpin baru menjadi sangat krusial. Disinilah akhirnya banyak organisasi penjualan yang hanya berusaha meningkatkan kompentensi tetapi lupa memupuk karakter, sehingga tidak jarang banyak organisasi penjualan yang akhirnya kehilangan karakter di pasar akibat menghalalkan segala cara.
Copyright @ Arham biasa dikenal dengan Blogpreneur adalah seorang ahli komunikasi pemasaran media internet juga full time internet marketer (online strategist) dengan Profesi Online Media strategist. Spesialisasi di Internet Business, Internet Strategy dan Social Media Specialist serta SEO search engine optimization strategy juga Internet Political Marketing Strategy.
Rabu, 09 Desember 2009
What is social media? from Pro PR
There are most of college student especially from PR courses. wants to know what's social media?
Ya, kebutuhan dan pengaruh social media semakin berkembang. Karena itu kepentingan tuk memahami apa itu social media dari sudut pandang PR atau social media marketing dan PR. Saya sendir lebih senang dengan definisi berikut ini. Khususnya berkaitan dengan social media marketing.
Social media are online communications in which individuals shift fluidly and flexibly between the role of audience and author. To do this, they use social software that enables anyone without knowledge of coding, to post, comment on, share or mash up content and to form communities around shared interests.
Ya, kebutuhan dan pengaruh social media semakin berkembang. Karena itu kepentingan tuk memahami apa itu social media dari sudut pandang PR atau social media marketing dan PR. Saya sendir lebih senang dengan definisi berikut ini. Khususnya berkaitan dengan social media marketing.
Social media are online communications in which individuals shift fluidly and flexibly between the role of audience and author. To do this, they use social software that enables anyone without knowledge of coding, to post, comment on, share or mash up content and to form communities around shared interests.
Copyright @ Arham biasa dikenal dengan Blogpreneur adalah seorang ahli komunikasi pemasaran media internet juga full time internet marketer (online strategist) dengan Profesi Online Media strategist. Spesialisasi di Internet Business, Internet Strategy dan Social Media Specialist serta SEO search engine optimization strategy juga Internet Political Marketing Strategy.
Label:
Social Media Expert,
Social media PR
Rabu, 02 Desember 2009
Blog Untuk Marketing Logiskah?
Pengunaan Social media oleh pengguna Internet meningkat begitu pesat, berbagai perusahaan juga mengadopsi bahkan pada saat resesi, namun sadarkah mereka, dalam membangun peran suatu web bagi internet user sekaligus membangun brand image dibutuhkan konsekuensi yang melabrak konsep marketing konventional.
Brand and influence
Sebagai strategi ilmu komunikasi 2.0 .Saat ini sudah umum melihat semakin banyak Pemegang merk mengharapkan blogger tersebut untuk mengulas produk mereka dan mempengaruhi pembaca setianya. Itulah mengapa tindakan brand memasuki internet atau social media marketing sebagai lahan yang tidak marketable apabila menggunakan blog. Startup suatu blog harus memiliki mobilisasi masa dari influencer dan semua butuh waktu yang tidak memnuhi kaidah konventional marketing yang serba instant.
So, we can make an conclusion "Blogging takes time to build influence"?
Brand and influence
Sebagai strategi ilmu komunikasi 2.0 .Saat ini sudah umum melihat semakin banyak Pemegang merk mengharapkan blogger tersebut untuk mengulas produk mereka dan mempengaruhi pembaca setianya. Itulah mengapa tindakan brand memasuki internet atau social media marketing sebagai lahan yang tidak marketable apabila menggunakan blog. Startup suatu blog harus memiliki mobilisasi masa dari influencer dan semua butuh waktu yang tidak memnuhi kaidah konventional marketing yang serba instant.
So, we can make an conclusion "Blogging takes time to build influence"?
Copyright @ Arham biasa dikenal dengan Blogpreneur adalah seorang ahli komunikasi pemasaran media internet juga full time internet marketer (online strategist) dengan Profesi Online Media strategist. Spesialisasi di Internet Business, Internet Strategy dan Social Media Specialist serta SEO search engine optimization strategy juga Internet Political Marketing Strategy.
Kamis, 19 November 2009
Manfaat Social Media Marketing
Era media marketing dengan sifat horizontal tercermin dengan gegap gempita bentuk bentuk twist social media marketing di facebook, blog corporate, juga twitter. Lalu benarkah ada manfaat yang low cost high impact ituh. Yah! social media marketing memang misteri dengan segala kenyataannya.
Be the Influencer. Tidak semata mata berhenti menjadi hal pertama yang dipikirkan konsumen saja, kita juga bisa menjadi influencer. Menjadi influencer dengan social media marketing berarti kita bisa menggerakkan Tribe ke arah yang kita inginkan. Dengan efek tiiping point disini berarti tanpa harus secara langsung menggerakkan konsumen untuk membeli produk, kita bisa melakukan aktifitas-aktifitas influensial yang bisa mengarahkan orang untuk melakukan transaksi. Misal corporate blogging dan aktifitas evangelism lain bisa menjadi faktor influencer terjadinya transaksi atau dengan sedikit liar alias tell a story marketing.
Be the Influencer. Tidak semata mata berhenti menjadi hal pertama yang dipikirkan konsumen saja, kita juga bisa menjadi influencer. Menjadi influencer dengan social media marketing berarti kita bisa menggerakkan Tribe ke arah yang kita inginkan. Dengan efek tiiping point disini berarti tanpa harus secara langsung menggerakkan konsumen untuk membeli produk, kita bisa melakukan aktifitas-aktifitas influensial yang bisa mengarahkan orang untuk melakukan transaksi. Misal corporate blogging dan aktifitas evangelism lain bisa menjadi faktor influencer terjadinya transaksi atau dengan sedikit liar alias tell a story marketing.
Copyright @ Arham biasa dikenal dengan Blogpreneur adalah seorang ahli komunikasi pemasaran media internet juga full time internet marketer (online strategist) dengan Profesi Online Media strategist. Spesialisasi di Internet Business, Internet Strategy dan Social Media Specialist serta SEO search engine optimization strategy juga Internet Political Marketing Strategy.
Selasa, 17 November 2009
Public Relations Through Social Media
Materi "Public Relations Through Social Media" ini sangat penting bagi kelangsungan dunia kehumasan karena saat ini hampir semua praktisi Public Relations (PR) hingga PR agency saat ini masih berkutat dengan cara-cara tradisional, dimulai lewat upaya Media Relations maupun Government Relations. Padahal semenjak adanya web tools 2.0 semisal media forum online, Blog, social network hingga saat ini micro blogging dunia sudah berubah sangat sangat nyata.
Past era of Public relation
Dahulu sebelum adanya Internet, tugas PR atau humas adalah membangun citra (image) positif suatu perusahaan di hadapan publik secara tidak langsung melalui media media yang dikuasai mainstream dan berharga mahal (melalui berbagai media yang tersedia, termasuk radio, cetak, dan teve).
Dengan pendekatan tradisional semacam itu, seorang PR Manager harus memahami media dan juga ilmu jurnalis tentunya.
PR Today's
Namun dunia kini telah berubah. Konsumen bisa menulis apa saja di Internet, terutama di situs-situs social media dan blog yang tak jarang sangat berpengaruh bagi pembaca terutama teman temannya. Coba perhatikan social network: Friendster.com, Facebook.com, atau consumer generated media lainnya, termasuk blog multi user. Begitu banyak produk yang dibahas mereka secara bebas, baik dari sisi plus maupun minusnya, semua dikupas secara blak blakan.
Oleh karena itu, seorang PR Manager juga PR person lainnya, wajib melengkapi diri dengan ilmu-ilmu CyberPR, memahami online user behavior, memahami blog dan bloggernya, serta ruang lingkup online social media yang saat ini semakin menggerus kedigdayaan media cetak dan televisi.
Past era of Public relation
Dahulu sebelum adanya Internet, tugas PR atau humas adalah membangun citra (image) positif suatu perusahaan di hadapan publik secara tidak langsung melalui media media yang dikuasai mainstream dan berharga mahal (melalui berbagai media yang tersedia, termasuk radio, cetak, dan teve).
Dengan pendekatan tradisional semacam itu, seorang PR Manager harus memahami media dan juga ilmu jurnalis tentunya.
PR Today's
Namun dunia kini telah berubah. Konsumen bisa menulis apa saja di Internet, terutama di situs-situs social media dan blog yang tak jarang sangat berpengaruh bagi pembaca terutama teman temannya. Coba perhatikan social network: Friendster.com, Facebook.com, atau consumer generated media lainnya, termasuk blog multi user. Begitu banyak produk yang dibahas mereka secara bebas, baik dari sisi plus maupun minusnya, semua dikupas secara blak blakan.
Oleh karena itu, seorang PR Manager juga PR person lainnya, wajib melengkapi diri dengan ilmu-ilmu CyberPR, memahami online user behavior, memahami blog dan bloggernya, serta ruang lingkup online social media yang saat ini semakin menggerus kedigdayaan media cetak dan televisi.
Copyright @ Arham biasa dikenal dengan Blogpreneur adalah seorang ahli komunikasi pemasaran media internet juga full time internet marketer (online strategist) dengan Profesi Online Media strategist. Spesialisasi di Internet Business, Internet Strategy dan Social Media Specialist serta SEO search engine optimization strategy juga Internet Political Marketing Strategy.
Label:
cyber PR,
Public Relations,
Social media PR
Rabu, 11 November 2009
Internet Business: Mengenal Bisnis di Internet
Saya kok jadi bingung dengan banyaknya metode Internet Business dan informasi tentang peluang bisnis di Internet, ada yang bentuknya MLM, arisan online, menjadi publisher iklan, broker penjualan barang, dsb. Sebenarnya yang mana sih yang bisa dipercaya?
Yang pasti MLM dan arisan online berbentuk piramida uang tidak bisa dipercaya. Kalaupun kita mendapatkan untung dari proses itu, ada puluhan, ratusan atau bahkan ribuan orang dibawah root kita yang kita rugikan. Bagaimana dengan bisnis Internet yang lain? Mari kita bahas.
Kita bisa simpulkan bahwa bisnis di Internet sebenarnya terdiri dari dua jenis, yaitu bisnis menjual produk di Internet dan bisnis dengan menjadi publisher iklan di Internet. Keduanya secara lengkap memang kompleks ada kuadrant corporate 2.0 yang erat dengan perusahaan yang bergerak dibidang service dan produk secara online maupun penjualan produk yang umumnya berjuang secara solo.
Semua bisa kita ungkap dengan trus mengikuti dan berdiskusi di media media blog expert seperti Blogpreneur atau road-entrepreneur.com
Yang pasti MLM dan arisan online berbentuk piramida uang tidak bisa dipercaya. Kalaupun kita mendapatkan untung dari proses itu, ada puluhan, ratusan atau bahkan ribuan orang dibawah root kita yang kita rugikan. Bagaimana dengan bisnis Internet yang lain? Mari kita bahas.
Kita bisa simpulkan bahwa bisnis di Internet sebenarnya terdiri dari dua jenis, yaitu bisnis menjual produk di Internet dan bisnis dengan menjadi publisher iklan di Internet. Keduanya secara lengkap memang kompleks ada kuadrant corporate 2.0 yang erat dengan perusahaan yang bergerak dibidang service dan produk secara online maupun penjualan produk yang umumnya berjuang secara solo.
Semua bisa kita ungkap dengan trus mengikuti dan berdiskusi di media media blog expert seperti Blogpreneur atau road-entrepreneur.com
Copyright @ Arham biasa dikenal dengan Blogpreneur adalah seorang ahli komunikasi pemasaran media internet juga full time internet marketer (online strategist) dengan Profesi Online Media strategist. Spesialisasi di Internet Business, Internet Strategy dan Social Media Specialist serta SEO search engine optimization strategy juga Internet Political Marketing Strategy.
Minggu, 18 Oktober 2009
Strategy Menjangkau Pelanggan Lewat Social Media
Jika anda seorang aktivis social media maka anda patut membaca ini!!
Setiap hari saya membaca di Twitter, Blog maupun facebook seseorang yang menamakan dirinya seorang ahli media sosial menyatakan pendapatnya tentang media tersebut. Dengan lantangnya beliau bilang, “Tidak ada ROI (Return on Investment) di dalam media sosial. Berinteraksilah, libatkan diri anda, bangun hubungan yang baik. Anda tidak dapat menghitung ROI dari sebuah hubungan.”
Kata-kata yang hampir sama juga keluar dari ahli social media “kawakan”, Online startegist sampai yang biasa berkecimpung dibidang Online Marketing yang sehari-hari anda dengar namanya. Istilah guru atau “ahli” dalam media ini tidak benar-benar ada. Bagaimanapun, media ini baru muncul beberapa tahun belakangan.
Untuk saya
Social Media bukan tidak dapat tapi hanya belum saja....
http://tibidip.com/strategi-memakai-media-sosial-untuk-menjangkau-pelanggan
Setiap hari saya membaca di Twitter, Blog maupun facebook seseorang yang menamakan dirinya seorang ahli media sosial menyatakan pendapatnya tentang media tersebut. Dengan lantangnya beliau bilang, “Tidak ada ROI (Return on Investment) di dalam media sosial. Berinteraksilah, libatkan diri anda, bangun hubungan yang baik. Anda tidak dapat menghitung ROI dari sebuah hubungan.”
Kata-kata yang hampir sama juga keluar dari ahli social media “kawakan”, Online startegist sampai yang biasa berkecimpung dibidang Online Marketing yang sehari-hari anda dengar namanya. Istilah guru atau “ahli” dalam media ini tidak benar-benar ada. Bagaimanapun, media ini baru muncul beberapa tahun belakangan.
Untuk saya
Social Media bukan tidak dapat tapi hanya belum saja....
http://tibidip.com/strategi-memakai-media-sosial-untuk-menjangkau-pelanggan
Copyright @ Arham biasa dikenal dengan Blogpreneur adalah seorang ahli komunikasi pemasaran media internet juga full time internet marketer (online strategist) dengan Profesi Online Media strategist. Spesialisasi di Internet Business, Internet Strategy dan Social Media Specialist serta SEO search engine optimization strategy juga Internet Political Marketing Strategy.
Kamis, 15 Oktober 2009
Social Media Marketing Strategy in RoadMap
There’s a lot of excitement from marketers and companies but not everyone is exactly sure how to go about it. About how to make Social Media Marketing Strategy !!
The effective social media expert participation is the ability to create, publish and share content which make rumor and drive trend issue. The sheer volume of information on the topic of social media marketing makes filtering and prioritizing what’s most important to a specific organization a challenging task.
By understanding the social web, audiences, horizontal media as it relates to fundamental online marketing principles, online tactics, social media tools and best practices, you can create a framework or roadmap for the development of a working social media marketing strategy.
As for building the framework for a social media strategy, I would suggest these 6 key considerations:
Audience – Listen and understand your audience insight. Then understanding how they communicate/interact on the social web. What types of social networks (usually specified by geo-location), social media sharing and assets do they engage? What are their goals for doing so?... the best way to understanding is you have to act as human, and fall into online communitiy
Strategic Plan - What online marketing you'll make? What approach will you take to meet the needs and interests of your audience in order to meet your own? Will you engage influencers, will you energize brand advocates or will you create demand by offering non-branded resources?
Objectives – It’s important to consider both the goals of the company as well as the audience you’re trying to reach. Marketing on the social web is about giving to get. Knowing what your community wants is key in reaching your own organization’s goals because you’re going to give it to them.
Tactics – What social media marketing secret tactics and corresponding technologies will you use to implement the plan? Blogging, microblogging, social networks, video, forums, blogger relations and outreach. There are many to consider.
Social networking Tools – What specific tools will you use to efficiently monitor, communicate, create and promote social content? WordPress, Facebook or MySpace, Twitter, YouTube, etc. Again, there are many to consider.
Metrics / KPI– How will you measure success according to the objectives you’ve identified? What tools will you employ and at what point will you take benchmark measurements as well as interval measurements? Who will you report results to in the organization and will there be success metrics that you can share with the community you’re engaging?
The effective social media expert participation is the ability to create, publish and share content which make rumor and drive trend issue. The sheer volume of information on the topic of social media marketing makes filtering and prioritizing what’s most important to a specific organization a challenging task.
By understanding the social web, audiences, horizontal media as it relates to fundamental online marketing principles, online tactics, social media tools and best practices, you can create a framework or roadmap for the development of a working social media marketing strategy.
As for building the framework for a social media strategy, I would suggest these 6 key considerations:
Audience – Listen and understand your audience insight. Then understanding how they communicate/interact on the social web. What types of social networks (usually specified by geo-location), social media sharing and assets do they engage? What are their goals for doing so?... the best way to understanding is you have to act as human, and fall into online communitiy
Strategic Plan - What online marketing you'll make? What approach will you take to meet the needs and interests of your audience in order to meet your own? Will you engage influencers, will you energize brand advocates or will you create demand by offering non-branded resources?
Objectives – It’s important to consider both the goals of the company as well as the audience you’re trying to reach. Marketing on the social web is about giving to get. Knowing what your community wants is key in reaching your own organization’s goals because you’re going to give it to them.
Tactics – What social media marketing secret tactics and corresponding technologies will you use to implement the plan? Blogging, microblogging, social networks, video, forums, blogger relations and outreach. There are many to consider.
Social networking Tools – What specific tools will you use to efficiently monitor, communicate, create and promote social content? WordPress, Facebook or MySpace, Twitter, YouTube, etc. Again, there are many to consider.
Metrics / KPI– How will you measure success according to the objectives you’ve identified? What tools will you employ and at what point will you take benchmark measurements as well as interval measurements? Who will you report results to in the organization and will there be success metrics that you can share with the community you’re engaging?
Copyright @ Arham biasa dikenal dengan Blogpreneur adalah seorang ahli komunikasi pemasaran media internet juga full time internet marketer (online strategist) dengan Profesi Online Media strategist. Spesialisasi di Internet Business, Internet Strategy dan Social Media Specialist serta SEO search engine optimization strategy juga Internet Political Marketing Strategy.
Selasa, 13 Oktober 2009
How can Social media (Twitter) help Your business
It's great to use twitter...It's very common to use twitter.
Becoming more socialize like social media expert....
Your thinking "so what great for twitter wish i thought of it!"
Of course, there are many more uses of a social network too!
What if you could build a list of highly targeted followers interested in your subject matter who go out of their way to interact with you?
Then surley you could advertise on twitter your website to send highly targeted visitors to your site. FOR FREE!!
Becoming more socialize like social media expert....
Your thinking "so what great for twitter wish i thought of it!"
Of course, there are many more uses of a social network too!
What if you could build a list of highly targeted followers interested in your subject matter who go out of their way to interact with you?
Then surley you could advertise on twitter your website to send highly targeted visitors to your site. FOR FREE!!
Copyright @ Arham biasa dikenal dengan Blogpreneur adalah seorang ahli komunikasi pemasaran media internet juga full time internet marketer (online strategist) dengan Profesi Online Media strategist. Spesialisasi di Internet Business, Internet Strategy dan Social Media Specialist serta SEO search engine optimization strategy juga Internet Political Marketing Strategy.
Sabtu, 03 Oktober 2009
What Social Media Expert Need To Know
Sory to say there are lots of people throwing “I'm social media expert” out there just because they are using twitter, facebook, or have an account at wordpress.com. Hell, I had it as part of my “about” on my blog, but I’ve chosen to just say that I advise people.
It’s more accurate, because expertise is fairly darned fleeting out there right now. With that in mind, I’ve been thinking about things I want a so-called expert to know (and I want you to add to this list, or call me out if you disagree): So, What Social Media Expert Need To Know?
It’s more accurate, because expertise is fairly darned fleeting out there right now. With that in mind, I’ve been thinking about things I want a so-called expert to know (and I want you to add to this list, or call me out if you disagree): So, What Social Media Expert Need To Know?
Tactical
- How to install a blog (pick your software) on a hosted server.
- How to edit the sidebar to include a widget, or an embed, or anything.
- How to create, edit, and post at least one other type of media besides text.
- At least five social network accounts active, including but not limited to: LinkedIn, Yahoo! Groups, Facebook, Twitter, and YouTube.
- How to find and subscribe to a podcast WITHOUT using iTunes.
- Five stats worth knowing for any blog/website.
- How to structure a blog post so that humans and Google like it - same as SEO copywrithing
Social Media Strategic
- Which department you think your role should fall into.
- How your role ties to marketing, PR, advertising, R&D, finance, HR, sales.
- What tasks you’d expect a community manager to perform, and how would you measure them.
- How you expect a company to engage in “the conversation,” and what processes will go into place to make any of that matter.
- How to turn blog posts into business leads with social media strategy.
- How to listen and find where people are talking about you - .
- Ways to report your weekly listening and community work to a very senior level person in a huge company that has about 2 minutes of time to hear your briefing.
- Know about 100 rainmaker people in the space who are doing something. The more diverse the profession and location, the better.
- How to launch and operate a blogger outreach campaign.
- How to tie other media into social media as an integrated campaign.
Copyright @ Arham biasa dikenal dengan Blogpreneur adalah seorang ahli komunikasi pemasaran media internet juga full time internet marketer (online strategist) dengan Profesi Online Media strategist. Spesialisasi di Internet Business, Internet Strategy dan Social Media Specialist serta SEO search engine optimization strategy juga Internet Political Marketing Strategy.
If You Are Social Media Strategist?

It’s interesting to see the proliferation of social media experts on Twitter, facebook and Blogs. I guess it’s nice to be in a field that’s growing exponentially careers — after years when people would grasp you by the shoulders and say, "It’ll be all right" when you tell them you’re a journalist 2.0.
Copyright @ Arham biasa dikenal dengan Blogpreneur adalah seorang ahli komunikasi pemasaran media internet juga full time internet marketer (online strategist) dengan Profesi Online Media strategist. Spesialisasi di Internet Business, Internet Strategy dan Social Media Specialist serta SEO search engine optimization strategy juga Internet Political Marketing Strategy.
Mencari Seorang Blogpreneur Sejati
Suasana seminar “Mencari Blogpreneur Sejati” di hari kedua ini sedikit lebih santai, terlebih ini sesi terakhir. Setelah istirahat makan siang tadi, sesi paling akhir ini diisi seorang entrepreneur yang sudah cukup kondang, baik di kalangan blogger maupun dunia usaha.
Saya tidak tahu persis, apakah ini suatu kebetulan atau sengaja dilakukan oleh panitia demi mencari sedikit sensasi. Dari temanya, pembicaranya, sampai hotel tempat diadakan seminar yang paling dicari para blogger dan entrepreneur tahun ini, semua mengandung kata “Sejati”.
Seminar yang yang berlangsung selama dua hari ini diselenggarakan di hotel “Bintang Sejati”, pembicara pada sesi akhir ini bernama Rogo Sejati, koq lebih pantas jadi nama paranormal daripada pembicara seminar :-) . Terakhir adalah tema dari seminar ini sendiri, yaitu Mencari Blogpreneur Sejati yang kerap juga menjadi seoarang online strategist.
Sebagai pemula yang baru belajar blog belakangan ini, saya kurang mengerti arti sesungguhnya dari kata blogpreneur. Kalau artinya saja tidak tahu, bagaimana pula saya akan ikut mencarinya :-) .
Saya hadir karena diajak kawan-kawan blogger yang kebetulan sudah lama menekuni dunia blogging dan mendapatkan uang dari aktifitas ngeblog tersebut. Bahkan beberapa diantaranya telah memutuskan keluar dari tempat kerja mereka sebelumnya dan beralih menjadi full time blogger.
Tanpa terasa, presentasi yang disampaikan oleh bapak Rogo Sejati, selaku pembicara terakhir telah usai. Tibalah acara penutupan yang paling dicari dan ditunggu.
Sebagai penutupan dari rangkaian seminar selama dua hari ini, panitia dengan dibantu oleh beberapa blogger senior dan tokoh entrepreneur, mencari dan memilih tiga orang yang dinominasikan dan layak menyandang predikat Blogpreneur Sejati.
Gemuruh tepuk tangan peserta seminar menyambut dua nama yang telah dipanggil moderator untuk maju ke panggung seminar. Tiba-tiba… setengah tidak percaya, saya dipanggil sebagai nominasi ketiga untuk maju ke depan. Belum hilang rasa kaget dari diri ini, kawan-kawan yang tadi datang bersama saya mendorong maju dan mengelu-elukan nama saya.
Tepuk tangan peserta seminar terus mengiringi dan memeriahkan suasana yang sudah mulai senja itu. Tiba-tiba ada suatu suara yang amat keras persis di sisi telinga kanan saya, memanggil nama saya dengan nada menjerit, hingga hampir sakit telinga kanan ini dibuatnya. “Hei..tidur melulu, jadi belajar ngeblog gak?”
Rupanya…, kawan saya sambil setengah berteriak membangunkan tidur saya dan membuyarkan mimpi tersebut. Duhh..sampai terbawa mimpi, cita-cita dan keinginan untuk menjadi Blogpreneur Sejati :-) .
Saya tidak tahu persis, apakah ini suatu kebetulan atau sengaja dilakukan oleh panitia demi mencari sedikit sensasi. Dari temanya, pembicaranya, sampai hotel tempat diadakan seminar yang paling dicari para blogger dan entrepreneur tahun ini, semua mengandung kata “Sejati”.
Seminar yang yang berlangsung selama dua hari ini diselenggarakan di hotel “Bintang Sejati”, pembicara pada sesi akhir ini bernama Rogo Sejati, koq lebih pantas jadi nama paranormal daripada pembicara seminar :-) . Terakhir adalah tema dari seminar ini sendiri, yaitu Mencari Blogpreneur Sejati yang kerap juga menjadi seoarang online strategist.
Sebagai pemula yang baru belajar blog belakangan ini, saya kurang mengerti arti sesungguhnya dari kata blogpreneur. Kalau artinya saja tidak tahu, bagaimana pula saya akan ikut mencarinya :-) .
Saya hadir karena diajak kawan-kawan blogger yang kebetulan sudah lama menekuni dunia blogging dan mendapatkan uang dari aktifitas ngeblog tersebut. Bahkan beberapa diantaranya telah memutuskan keluar dari tempat kerja mereka sebelumnya dan beralih menjadi full time blogger.
Tanpa terasa, presentasi yang disampaikan oleh bapak Rogo Sejati, selaku pembicara terakhir telah usai. Tibalah acara penutupan yang paling dicari dan ditunggu.
Sebagai penutupan dari rangkaian seminar selama dua hari ini, panitia dengan dibantu oleh beberapa blogger senior dan tokoh entrepreneur, mencari dan memilih tiga orang yang dinominasikan dan layak menyandang predikat Blogpreneur Sejati.
Gemuruh tepuk tangan peserta seminar menyambut dua nama yang telah dipanggil moderator untuk maju ke panggung seminar. Tiba-tiba… setengah tidak percaya, saya dipanggil sebagai nominasi ketiga untuk maju ke depan. Belum hilang rasa kaget dari diri ini, kawan-kawan yang tadi datang bersama saya mendorong maju dan mengelu-elukan nama saya.
Tepuk tangan peserta seminar terus mengiringi dan memeriahkan suasana yang sudah mulai senja itu. Tiba-tiba ada suatu suara yang amat keras persis di sisi telinga kanan saya, memanggil nama saya dengan nada menjerit, hingga hampir sakit telinga kanan ini dibuatnya. “Hei..tidur melulu, jadi belajar ngeblog gak?”
Rupanya…, kawan saya sambil setengah berteriak membangunkan tidur saya dan membuyarkan mimpi tersebut. Duhh..sampai terbawa mimpi, cita-cita dan keinginan untuk menjadi Blogpreneur Sejati :-) .
Copyright @ Arham biasa dikenal dengan Blogpreneur adalah seorang ahli komunikasi pemasaran media internet juga full time internet marketer (online strategist) dengan Profesi Online Media strategist. Spesialisasi di Internet Business, Internet Strategy dan Social Media Specialist serta SEO search engine optimization strategy juga Internet Political Marketing Strategy.
Label:
blogpreneur,
online strategist
Selasa, 29 September 2009
Social Media Specialist Responsibilities
There are many corporate looking for educated Social Media Specialist, many of them looking for Social Media Specialist Expert which has a conventional degree such as PhD, bachelor or even a doctor. However that's a horribly decision. You are a dork if you choose them. Social Media Specialist is a new knowledge, they need understanding and experience on SEO strategy, instead of understanding how search engine works.
it's simple Social Media Specialist Responsibilities you may need to know
Responsibilities
it's simple Social Media Specialist Responsibilities you may need to know
Responsibilities
- Be the eyes, ears, and mouth in engaging with our community both on and off of our product
- Drive acquisition of new users as well as growth in participation from current users
- Work with the branding and product groups to ensure proper representation of the brand and message
- Listen to the community and present a summary of the key findings and recommendations especially for product improvements and issues
- Manage all our channels of communication (Facebook, Blogs, Twitter, YouTube, Flickr, Plurk, Etc)
- Foster the communication between the members of our community
- Report to the management as to progress, problems, and recommendations.
Copyright @ Arham biasa dikenal dengan Blogpreneur adalah seorang ahli komunikasi pemasaran media internet juga full time internet marketer (online strategist) dengan Profesi Online Media strategist. Spesialisasi di Internet Business, Internet Strategy dan Social Media Specialist serta SEO search engine optimization strategy juga Internet Political Marketing Strategy.
Langganan:
Postingan (Atom)